新闻是有分量的

Kegundahan Prisia Nasution lihat generasi muda tak tahu pencipta lagu Indonesia Raya

2017年10月28日晚8:49发布
2017年10月28日下午8:49更新

FILM BARU。 Aktris Prisia Nasution akan merilis film terbaru berjudul'Wage'。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

FILM BARU。 Aktris Prisia Nasution akan merilis film terbaru berjudul'Wage'。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Berawal dari kegelisahan melihat nilai-nilai nasionalisme yang mulai luntur,artis peran sekaligus model Prisia Nasution terbersit ide untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia。 Ide itu kemudian diwujudkan ketika berkenalan dengan sutradara film Jhon De Rantau。

Perempuan berusia 33 tahun itu kemudian memerankan beberapa tokoh nasional yang menarik perhatian publik。 Ketika ditemui Rappler pada Kamis,26 Oktober lalu,Phia tengah menggelar教练诊所电影pendek di sebuah酒店。 Ia mengaku baru meluncurkan sebuah film kebangsaan untuk membangkitkan semangat nasionalisme berjudul'Wage'。

电影tersebut,kata Phia diluncurkan secara serentak pada Sabtu,28 Oktober。 工资berkisah mengenai perjuangan WR Soepratman pencipta lagu印度尼西亚Raya dan kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan。

“Inilah cara yang tepat untuk mengenalkan kembali tokoh-tokoh pahlawan yang hampir dilupakan anak muda。 'Wage'menceritakan perjuangan Wage Rudolf Supratman sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya。 Sehingga rasanya pas untuk membangkitkan nasionalisme tepat saat peringatan Sumpah Pemuda,“kata Phia。

Kebetulan,kata Phia,Presiden Joko“Jokowi”Widodo berniat memutar ulang lagu印度尼西亚Raya yang asli versi WR Supratman。 Ia mengaku gelisah ketika mendapati fakta masih banyak anak muda yang tidak mengetahui sosok pencipta lagu itu。 Tak jarang malah mereka salah mengeja nama Wage ketika diminta menye but nama lengkap pahlawan nasional itu。

“Banyak yang enggak ngerti siapa itu WR Supratman。 Ketika saya meminta untuk menyebutkan nama,malah Wegs,bukan Wage。 Ini kan ironis banget。 Anak-anak di Amerika saja sangat bangga sama pahlawannya。 Masa anak muda di sini enggak tahu siapa itu Wage。 Makanya,kami ingatkan lagi pas Sumpah Pemuda lewat电影'Wage'“,katanya。

Di film bergenre epic ini,Phia kebagian peran menjadi Salamah。 Sosok Salamah dianggap cukup penting lantaran perempuan itu kabarnya yang menginspirasi WR Supratman untuk menciptakan lagu Indonesia Raya。

Phia sendiri mengaku kesulitan untuk memerankan Salamah。 Kendati dianggap sebagai sosok penting,tetapi tidak banyak literatur yang membahas mengenai dia。 Phia mengaku harus banyak berdiskusi dengan Jhon De Rantau untuk mengulik karakter Salamah。

“Salamah sosok perempuan yang misterius。 Literatur yang saya dapatkan sangat minim。 Dia hanya diceritakan sebagai perempuan priyayi keturunan Betawi。 Selebihnya,saya harus mengulik sendiri,mencocokan karakternya agar pas sama arahan sutradara。 Harus banyak diskusi untuk memerankan Salamah,“tutur dia。

Dengan tingkat kesulitan seperti itu,ia mengaku cukup bangga jika publik akhirnya dapat mengapresiasi perannya sebagai Salamah。 '工资'juga disebut sebagai电影kenegaraan yang menguji semangat kenegaraannya。

“Tahun ini adalah动力di mana saya banyak主要电影kenegaraan。Mulai Merah Putih Memanggil,电影HUT ABRI yang diputar di Hollywood,'Wage'Sampai film pendek BNPT.Rasa kenegaraan saya benar-benar sedang diuji,”katanya。

Sebar semangat toleransi

Selain disibukan dengan rilis电影'Wage',Phia juga tengah getol menyebar spirit toleransi antar umat beragama di kalangan anak muda。 Sebagai contoh,ketika berada di Semarang,ia mengundang ratusan pelajar SMA / SMK untuk terlibat pada pembuatan film pendek berdurasi 5 menit。

“Saya sama BNPT gencar memerangi gerakan radikal dan intoleran,”ujarnya。

Selama dua hari,para pelajar digembleng di dalam satu ruangan untuk memunculkan ide pembuatan film toleransi yang menyentuh kalbu。

Ia mengaku sangat menikmati tiap sesi pelatihan bersama anak-anak sekolah。

“Mereka harus punya ide gimana sih caranya memunculkan keberagaman dari sisi fun.Karena radikalisme taretnya anak muda,maka kita lakukan pencegahan lewat film yang dibuat oleh anak muda itu sendiri,”tutur dia。

Selain anak muda menjadi sasaran yang rentan disusupi paham radikal,电影itu diprediksi akan diminati karena dibuat sesuai dengan selera mereka。

Acara di Kota Semarang merupakan puncak dari pelatihan film pendek tahun ini。 Sekretaris论坛Komunikasi Penanggulangan Terorisme Jateng Dandan Febry Herdiana mengatakan ada 18 sekolah yang berpartisipasi。

Para guru juga dilibatkan dalam pembuatan film ini。 Hasilnya nanti akan dilombakan di tingkat nasional。

“Semarang seru.Saya berharap mereka punya warna dibanding daerah lainnya.Jika Pekanbaru bikin film yang kaya suku dan keberagaman agama,Gorontalo yang bisa bercerita soal bendera dan lambang Garuda,Semarang pasti punya cerita yang tak kalah uniknya,”kata Dandan。 - Rappler.com